简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat codex fuldensis

"codex fuldensis" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Many medieval European harmonies draw on the Codex Fuldensis.
    Banyak harmoni Eropa pada abad pertengahan bersumber dari Codex Fuldensis.
  • Codex Fuldensis, which is positively dated to AD 546 contains the adulterae pericope.
    Codex Fuldensis, yang secara positif bertarikh tahun 546 M, memuat pericope adulterae ini.
  • Codex Sangallensis 56 was copied, in the 9th century, from the Diatessaron of the Codex Fuldensis.
    Codex Sangallensis 56 disalin, pada abad ke-9, dari Diatessaron Codex Fuldensis.
  • The Codex Fuldensis, dating from around 545, contains most of the New Testament in the Vulgate version, but the four gospels are harmonized into a continuous narrative derived from the Diatessaron.
    Codex Fuldensis, berpenanggalan sekitar tahun 545, berisikan sebahagian besar Perjanjian baru dalam versi Vulgata; tetapi ke-4 injil Vulgata dalam manuskrip tersebut diselaraskan menjadi sebuah narasi bersambung yang berasal dari Diatessaron.
  • The Codex Fuldensis, also known as the Victor Codex (Hessian State Library, Codex Bonifatianus I), designated by F, is a New Testament manuscript based on the Latin Vulgate made between 541 and 546.
    Codex Fuldensis, juga dikenal sebagai Victor Codex (Hessian State Library, Codex Bonifatianus I), diberi kode F, adalah naskah Perjanjian Baru berdasarkan terjemahan bahasa Latin Vulgata yang dibuat antara tahun 541 dan 546.
  • De Bruyne has made one of the finest discoveries of later days in proving that those prefaces, which we read first in Codex Fuldensis and then in numbers of later manuscripts, are Marcionite, and that the Churches had not noticed the cloven hoof."
    De Bruyne telah menghasilkan salah satu penemuan terbaik di kemudian hari yang membuktikan bahwa prefasi-prefasi tersebut, yang mula-mula kita baca dalam Codex Fuldensis dan kemudian dalam sejumlah manuskrip-manuskrip yang dibuat sesudahnya, bersifat Marcionit, dan bahwa Gereja-Gereja tidak sadar akan kehadiran si iblis."